Mengurus Visa New Zealand dan Visa Transit Australia




Akibat pengaruh socmed kami tergelincir pada satu postingan viral di Facebook tentang gimana serunya sepasang suami istri travelling berdua menggunakan campervan di negeri kiwi yang cantiiikk sekali alias New Zealand (eeaaa socmed yang disalahin). Gara-gara itu ketika GITF berlangsung tahun lalu, tanpa pikir panjang saya rela umpel-umpelan demi mendapatkan tiket GIA murah, saya dapat 5,4 juta PP Jakarta-Sydney (GIA belum punya rute langsung ke NZ, jadi mau ngga mau harus lewat Aussie dulu). Setelah tiket sudah di tangan, saatnya mengurus visa. Mengurus visa kali ini agak beda dari trip-trip sebelumnya, karena kami harus mengurus visa untuk 2 negara sekaligus. Sebagai Mr. Googling, sebelum mengurus visa masDim pastinya sudah melakukan research dulu tentang bagaimana cara mengurus visa transit Australia dan visa New Zealand sekaligus. Dari hasil research nya itu (udah macam ngerjain thesis aja), sebagian besar info yang di dapat kalau pengurusan visa Aussie baru bisa di proses setelah visa NZ selesai. Baiklah, setelah persyaratan kita lengkapi langsung kita menuju TKP alias VFS Global di Mall Kuningan City, Jakarta.

APPLY VISA NEW ZEALAND
Persyaratan visa NZ yang harus di penuhi adalah sbb:

  1. Isi form application (bisa di download di sini. Form ini cukup di isi 1 saja per keluarga, tapi dokumen-dokumen lainnya di bawah ini harus dilengkapi untuk masing-masing anggota keluarga)
  2. Pas foto ukuran 35x45 mm 2 buah. Background warna apa saja, langsung di tempel di form application
  3. Passport asli dan fotocopy semua halaman (terutama halaman yang ada cap-cap dan visa negara lain dari trip sebelumnya). Kalau passport nya masih bersih karena baru diperpanjang, lebih baik lampirkan juga passport lama yang sudah ada record dari visa trip sebelumnya. Karena semakin banyak record visa yang ada di passport kita, biasanya akan semakin mudah proses pengurusannya, apalagi kalau sudah pernah ke negara-negara besar yang agak ketat dalam mengeluarkan visa, seperti visa Schengen, visa Jepang, apalagi visa Amerika yang sangat powerful. 
  4. Rekening koran bank. Sebenarnya untuk ini tidak ditentukan berapa lama rekening koran yang harus di print, tapi biar aman saya print rekening koran selama 3 bulan (persyaratan standar di negara lain). Biasanya yang dilihat dari rekening koran ini bukan hanya saldo tabungan di bulan terakhir, tapi juga dilihat segimana stabilnya saldo tabungan kita. Untuk visa NZ, kalau akomodasi selama disana belum dibayarkan, mengharuskan saldo rekening sebesar NZD 1000/bulan selama 3 bulan, jadi harus ada NZD 3000. Kalau semua akomodasi sudah dibayarkan, cukup NZD 400/bulan selama 3 bulan, yaitu minimal NZD 1200.
  5. Surat Keterangan Kerja dari perusahaan dalam bahasa Inggris. Surat ini penting banget, karena sebagai jaminan kalau kita punya pekerjaan tetap di Indonesia dan pasti akan kembali setelah masa cuti liburan berakhir.
  6. Kartu Keluarga. Karena KK saya dan masDim masih sendiri-sendiri (males banget ngurus birokrasi KK dll ya ampuun), jadi harus melampirkan KK masing-masing beserta dengan akte nikah. Saat pengecekan ditempat KK dan akte nikah sudah di anggap cukup, tetapi beberapa hari kemudian saya mendapat email kalau harus melampirkan juga surat domisili sebagai suami istri dari kantor daerah setempat (ngga percaya amat sih kalau suami istri haha). Begitu mendapat surat domisili langsung saya kirim via email ke VFS dan proses visa kembali berjalan.
  7. Itinerary selengkap-lengkapnya dari booking flight, hotel, mobil/campervan sampai detail itinerary mau kemana saja selama di Aussie dan NZ. Untuk tiket pesawat, tidak perlu yang sudah di issued juga bisa.
  8. Application fee. Dibayar setelah pengecekan dokumen lengkap. Untuk 1 keluarga dikenakan biaya sebesar IDR 2.040.000.

Persyaratan pengajuan visa NZ

Setelah semua kumplit, kami langsung menuju ke counter Australia. Ternyata setelah tanya-tanya ke petugasnya, pengurusan visa transit Aussie bisa dilakukan saat itu juga, tidak perlu menunggu visa NZ selesai. Yes, lumayan menghemat waktu jadi ngga perlu bolak-balik ke VFS.

APPLY VISA TRANSIT AUSTRALIA
Persyaratan visa Australia yang harus di penuhi adalah sbb:
  1. Isi form application (untuk visa Aussie, masing-masing anggota keluarga harus mengisi form ini)
  2. Fotocopy passport semua halaman (sama seperti apply visa NZ). Karena apply visa ini dadakan, jadi kami ngga punya spare fotocopy passport lagi, untung passport kami masih bisa dipinjam dari counter NZ dan untungnya (lagi) di sana juga ada tempat fotocopy-an.
  3. Pas foto ukuran 35x45 mm. Kalau ini kami punya banyak spare. Kalaupun ngga ada, di dekat tempat fotocopy-an ada photo booth.
  4. Kartu Keluarga dan akte nikah
  5. Itinerary selengkap-lengkapnya sama dengan apply visa NZ
  6. Application fee (harusnya sih dulu gratis pas masih diurus langsung oleh kedutaan, tapi sekarang harus bayar untuk jasa VFS nya saja sebesar IDR 158.000 per orang).

Untuk visa NZ dan Aussie, kita bisa melacak proses applikasinya sudah sampai mana. Tinggal cek di sini untuk visa Aussie dan disini untuk visa NZ. Ngga perlu di cek setiap saat sih, kalaupun sudah selesai nanti akan di email dan langsung bisa di ambil lagi di VFS. Untuk visa Aussie tidak perlu di ambil karena visa transit akan langsung dikirm via email aja. Jangan lupa di print dan dibawa kemanapun saat di Aussie khususnya saat masuk imigrasi Aussie. 
Prosesnya visa Aussie hanya 2 hari kerja saja, sedangkan untuk visa NZ perlu 7 hari kerja (sebenarnya normalnya hanya 4 hari kerja, tapi karena ada dokumen tambahan yang harus dilengkapi jadinya butuh waktu lebih lama lagi). Pengambilan passport bisa dilakukan dari jam 2 siang - jam 4 sore.

Alhamdulillah semuanya lancar. Mengurus permohonan visa sebenarnya ngga susah dan ribet lho, asal semua dokumen persyaratan harus dilengkapi selengkap-lengkapnya. Niscaya semuanya akan berjalan lancar.

Tiket dan visa sudah ditangan, jadi ngga sabar untuk merasakan serunya camper life!! 😊 🚙🚙🚙


1 comment:

  1. Halo kak, contoh format untuk itinerary nya seperti apa ya?

    ReplyDelete